THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 08 Desember 2009

Etika Berlalu Lintas

Di negara tercinta ini, kebiasaan berlalu lintas para pengguna jalan sangat memprihatinkan. Dari pengemudi becak, para pengendara sepeda onthel, pengendara sepeda motor, mobil bahkan sampai kendaraan umum baik bus maupun angkutan umum, rata-rata (sebagian besar) tidak memiliki rasa mengalah.
Bayangkan saja, ketika di persimpangan jalan, mereka selalu berebut untuk bisa berjalan lebih dulu. Berhenti sejenak barang semenit dua menit, dan membiarkan pengendara lain lewat, tidak mungkin dilakukan. Bahkan ketika kendaraan yang akan menyeberang sudah menumpuk di persimpangan jalan, pengendara yang lewat jalan utama seakan tidak mau berhenti. Belum lagi ketika jalanan sedang padat, mereka berlomba membunyikan klakson. Pun ketika berhenti di lampu merah, langsung saja klakson dibunyikan bertalu-talu, padahal kendaraan di depannya sedang bersiap untuk berjalan.
Jika kita menengok sepintas budaya berlalu lintas di negara lain, Jepang contohnya, para pengendara begitu santun. Begitu lampu merah berganti hijau, dan kendaraan paling depan masih berhenti, maka kendaraan di belakangnya akan sabar menanti. Sedangkan di negeri ini, menunggu semenit pun orang tidak mau. Apa beratnya mengalah semenit dua menit untuk orang lain, jika itu untuk kebaikan bersama?

Fransisca

0 komentar: